ANALISIS STATUS ANAK SUMBANG DALAM KELUARGA TERHADAP PEMBAGIAN HARTA WARISAN MENURUT HUKUM WARIS ISLAM DAN KUHPERDATA

YOHANES CRISANTUS, RAGA (2022) ANALISIS STATUS ANAK SUMBANG DALAM KELUARGA TERHADAP PEMBAGIAN HARTA WARISAN MENURUT HUKUM WARIS ISLAM DAN KUHPERDATA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.

[img] Text (COVER)
01. Cover-Abstrak.pdf

Download (812kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (189kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II)
02. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (274kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
03. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (297kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
05. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (179kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
06. BAB V-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (101kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
07. Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (990kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK YOHANES CRISANTUS RAGA, NIM: 2017110763, ANALISIS STATUS ANAK SUMBANG DALAM KELUARGA TERHADAP PEMBAGIAN HARTA WARISAN MENURUT HUKUM WARIS ISLAM DAN KUHPERDATA. Dalam Hukum Islam anak luar kawin dianggap memiliki hubungan keperdataan dengan ibu dan keluarga ibunya hal ini sesuai dengan Pasal 100 Kompilasi Hukum Islam yaitu: “Anak yang lahir di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya dan keluarga ibunya”. Adapun dalam KUHPerdata anak sumbang memiliki kedudukan yang sama dengan anak zina yaitu sebagai anak luar kawin. Anak sumbang tidak dapat diakui sesuai dengan Pasal 283 KUHPerdata yaitu: “Anak yang dilahirkan karena perzinaan atau penodaan darah (incest, sumbang), tidak boleh diakui tanpa mengurangi ketentuan Pasal 273 mengenai anak penodaan darah”. Permasalahan pada skripsi ini yaitu tentang status anak sumbang dengan orang tua biologisnya berdasarkan Hukum Waris Islam dan KUHPerdata, dan pengaturan hukum menurut Hukum Waris Islam dan KUHPerdata bagi anak sumbang dalam menerima harta warisan di dalam keluarga. Jenis penelitian yang digunakan adalah hukum normatif. Pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual dengan menggunakan bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Pengumpulan data dilakukan dengan prosedur studi kepustakaan dan penelusuran sejumlah artikel sebagai bahan bacaan yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian dipaparkan dengan menggunakan uraian hasil secara sistematis dan logis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kedudukan hak waris anak sumbang dalam Hukum Waris Islam mengikuti nasab ibu dan keluarga ibunya, sedangkan dalam KUHPerdata, karena anak sumbang tidak bisa dinasabkan kepada ibu dan bapaknya, maka antara keduanya tidak ada hak saling mewarisi. Kepada pihak yang berwenang disarankan agar dapat membuat suatu peraturan khusus yang mengatur agar anak sumbang, khususnya dalam KUHPerdata, dapat dinasabkan kepada ibunya seperti yang diberikan oleh Kompilasi Hukum Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: status hukum, anak sumbang, harta warisan.
Subjects: H Ilmu Hukum > Hukum Perdata
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: perpus takaan uniflor
Date Deposited: 28 Sep 2022 06:04
Last Modified: 28 Sep 2022 06:04
URI: http://180.250.177.156/id/eprint/1887

Actions (login required)

View Item View Item