KATEGORISASI DAN MAKNA RITUAL PERLADANGAN DI DESA RATULODONG KECAMATAN TANJUNG BUNGA KABUPATEN FLORES TIMUR

AGNES IVONI YOLANDA, LAKA (2023) KATEGORISASI DAN MAKNA RITUAL PERLADANGAN DI DESA RATULODONG KECAMATAN TANJUNG BUNGA KABUPATEN FLORES TIMUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.

[img] Text (COVER)
1. KOVER DLL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (641kB) | Request a copy
[img] Text (BAB I)
2. BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (31kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II)
3. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (34kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
4. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (63kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (456kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
6. BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (24kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
7. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Agnes Ivoni Yolanda Laka 2018240082, Kategorisasi Dan Makna Ritual Perladangan Di Desa Ratulodong Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur. Skripsi: Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Flores, Ende 2023. Permasalahan yang diangkat di dalam penelitian ini adalah (1)Apa saja siklus ritual perladangan yang dilakukan oleh para petani suku Raja di Desa Ratulodong?, (2)Apa makna ritual perladangan bagi para petani suku Raja di Desa Ratulodong?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsionalisme yang digagas oleh Emile Durkheim. Penganut teori fungsionalisme-struktural atau structural-functionalism berasumsi bahwa masyarakat merupakan suatu sistem dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Dalam konteks riset ini, peneliti mengulas secara mendalam mengenai ritual perladangan yang menjadi suatu sistem gagasan yang dipegang teguh dan diyakini secara kolektif. Sistem gagasan kolektif ini, kemudian diwujudkan dalam tindakan atau praksis tertentu dan dihidupi secara turun- temurun sebagai suatu hasil karya yang bernilai sosial dan spiritual. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dalam memperoleh data lapangan, peneliti mewawancarai beberapa narasumber khususnya di Desa Ratulodong, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat 7 (tujuh) siklus ritual yang harus dilakukan oleh para petani ladang yaitu ritual tuno teluk, ritual ula awo, ritual homak ba’ung, ritual uteng lakang, ritual polo hadak, ritual pula hama, ritual reka watong. Sementara itu, makna eksistensial yang terdapat di dalam praksis ritual perladangan yakni: (1) makna religi, (2) makna solidaritas, (3) makna historis, (4) makna konservasi alam,(5) makna pegorbanan (6) makna penghargaan terhadap kaum perempuan. Mengacu pada temuan lapangan di dalam riset ini, maka dapat disimpulkan bahwa struktur makro ritual perladangan terdiri dari upacara awal, upacara inti, dan upacara akhir. Terdapat pula pembagian kerja secara kolektif berdasarkan genealogi suku-suku. Adapun suku Raja di Desa Ratulodong khususnya para petani ladang yang menjujung tinggi sistem nilai di dalam ritual perladangan sebagai representasi rasa hormat kepada Rera Wulan Tana Ekan sekaligus meminta ijin kepada roh-roh nenek moyang dan makluk gaib. Kata Kunci: Kategorisasi, Ritual Perladangan, Makna Ritual, Teori Fungsional

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Kategorisasi, Ritual Perladangan, Makna Ritual, Teori Fungsional
Subjects: L Pendidikan > Pendidikan Sejarah
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Studi Pendidikan Sejarah
Depositing User: perpus takaan uniflor
Date Deposited: 23 Jun 2023 01:33
Last Modified: 23 Jun 2023 01:33
URI: http://180.250.177.156/id/eprint/2540

Actions (login required)

View Item View Item