PENGARUH DERAJAT KEJENUHAN TANAH LEMPUNG TERHADAP PERILAKU TANAH LEMPUNG

AGUSTINA, IE (2023) PENGARUH DERAJAT KEJENUHAN TANAH LEMPUNG TERHADAP PERILAKU TANAH LEMPUNG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.

[img] Text (COVER)
1. Cover .pdf

Download (833kB)
[img] Text (BAB I)
2. BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (147kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II)
3. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (869kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
4. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (337kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (648kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
6. BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (94kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
7. LAMPIRAN .pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Agustina Ie, 2018310479 Pengaruh Derajat Kejenuhan Tanah Lempung Terhadap Perilaku Tanah Lempung . Skripsi (Pembimbing Ir. Veronika Miana Radja, S.T.,M.T) Salah satu kekuatan atau kekokohan suatu konstruksi ditentukan oleh kekuatan dan kualitas tanah yang digunakan. Namun tidak semua tanah mempunyai daya dukung yang sesuai contohnya tanah lempung. Tanah lempung merupakan jenis tanah kohesif yang mempunyai sifat kurang menguntungkan salah satunya adalah terjadinya penurunan tanah yang apabila mengalami pembebanan diatasnya maka tekanan air pori keluar yang menyebabkan berkurangnya volume tanah. Kemudian akan terjadinya penurunan signifikan pada tanah yang akan mempengaruhi berkurangnya daya dukung tanah untuk menahan beban yang ada diatas tanah tersebut. Tanah lempung dapat diperoleh diwilayah Lape kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Dilihat dari sifat fisik tanah secara langsung dapat diketahui bahwa tanah di wilayah tersebut berwarna hitam keabu-abuan. Selain itu tanah mempunyai sifat kembang susut sangat tinggi yang apabila tanah dalam keadaan kering tanah tersebut akan mengeras dan retak-retak dan saat dalam kondisi basah tanah tersebut akan bersifat lengket/lumpur. Perumusan masalah pada penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tanah lempung yang ada di wilayah Kelurahan Lape Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, dan menentukan pengaruh derajat kejenuhan terhadap perilaku penurunan pada tanah lempung dengan pengujian konsolidasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan nilai batas cair ( LL), batas plastis (PL), batas susut (SL) serta indeks plastis (PI), indeks pemampatan (Cc), Indeks pengembangan (Cs) dan koefisien konsolidasi (Cv). Nilai indeks pemampatan (Cc), Indeks pengembangan (Cs) dan koefisien konsolidasi (Cv) didapat dengan menggunakan uji konsolidasi. Hasil dari pengujian fisik tanah lempung asli di Kelurahan Lape, Kecаmаtаn Aesesa, Kаbupаten Nagekeo didapat nilai batas cair (LL)= 65,2 %, index platisitas (PI)= 15,30%, batas susut batas platis (PL)= 50,60%. Berdаsаrkаn klаsifikаsi ААSTHO termаsuk dаlаm kelompok А-7- 5 yаitu tаnаh lempung dengаn indeks plаstisitаs PI < LL-30 = 15,30 %, yаng mempunyаi sifаt sedаng sаmpаi dengаn buruk, sedаngkаn menurut system klаsifikаsi USCS termаsuk dаlаm kelompok OH yakni lempung organic dengan plastisitas sedang sampai tinggi. Hubungan antara derajat kejenuhan (Sr) dan koefisien konsolidasi (Cv), untuk tanah asli mendapat nilai derajat kejenuhan (Sr) sebesar 2,90 %, nilai koefisien konsolidasi (Cv) sebesar 0,00096. Dengan penambahan volume air 100 cc mendapat nilai derajat kejenuhan (Sr) sebesar 2,95 % , nilai koefisien konsolidasi (Cv) sebesar 0,000855. Dengan penambahan volume air 150 cc mendapat nilai derajat kejenuhan (Sr) sebesar 2,70%, nilai koefisien konsolidasi (Cv) sebesar 0,000529. Dengan penambahan x xi volume air 250 % mendapat nilai derajat kejenuhan (Sr) sebesar 2,04 %, nilai koefisien konsolidasi (Cv) sebesar 0,000509. Dari hasil yang didapat menunjukkan bahwa semakin bertambah volume air maka derajat kejenuhan (Sr) akan naik sampai batas optimum lalu menurun, dan koefisien konsolidasi (Cv) makin bertambah. Hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan adannya penambahan air menyebabkan tanah tersebut akan mengalami kecepatan penurunan yang semakin cepat. Hubungan antara derajat kejenuhan dan potensi pengembangan (Cs) dan potensi pemampatan (Cc), Untuk tanah asli potensi pengembangan (Cs) sebesar 1,368, potensi pemampatan (Cc) sebesar 0,242. Dengan penambahan volume air 100 cc mendapat nilai potensi pengembangan (Cs) sebesar 1,397, nilai potensi pemampatan (Cc) sebesar 0,351. Dengan penambahan volume air 150 cc mendapat nilai potensi pengembangan (Cs) sebesar 1,395, nilai potensi pemampatan (Cc) sebesar 0,419. Dengan penambahan volume air 250 cc mendapat nilai potensi pengembangan (Cs) sebesar 1,392, nilai potensi pemampatan (Cc) sebesar 0,159. Dari hasil yang didapat menunjukan bahwa dengan adanya penambahan air menyebabkan tanah tersebut mengalami pemampatan ( Cc) yang cepat, nilai potensi pengembangan (Cs) terlihat bahwa semakin besar penambahan volume air maka nilai potensi pengembangan (Cs) yang pada awalnya naik dan seterusnya relatif stabil. Jadi kondisi terbaik yakni saat derajat kejenuhan terkecil, dimana nilai koefisien kosolidasi (Cv) paling rendah yang menunjukkan penurunan yang cepat mencapai pada kondisi stabil dan nilai indeks pemampatannya (Cc) rendah yang menunjukkan lambatnya proses pemampatan tanah. Sedangkan pada nilai indeks pengembangannya (Cs) yang cenderung stabil menunjukkan bahwa potensi mengembangnya terbatas pada kondisi kadar air tertentu. Kata Kunci : Tanah lempung, Indeks pemampatan (Cc), Indeks Pengembangan (Cs) Koefisien konsolidasi (Cv) dan Konsolidasi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Tanah lempung, Indeks pemampatan (Cc), Indeks Pengembangan (Cs) Koefisien konsolidasi (Cv) dan Konsolidasi
Subjects: D Teknik Sipil > Teknik Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: perpus takaan uniflor
Date Deposited: 26 Jun 2023 03:13
Last Modified: 26 Jun 2023 03:13
URI: http://180.250.177.156/id/eprint/2552

Actions (login required)

View Item View Item