ADELINA VIRANI, MALUNG (2025) PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH KOPI SEBAGAI ATRAKTAN UNTUK PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (Hypothenemus hampei) PADA EKOSISTEM AGROFORESTRY DI DESA TENDAMBONGGI KABUPATEN ENDE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.
![]() |
Text (COVER)
1. KOVER DLL.pdf Download (2MB) |
![]() |
Text (BAB I)
2. BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (309kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB II)
3. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (266kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB III)
4. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (314kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB IV)
5. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (299kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB V)
6. BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (160kB) | Request a copy |
![]() |
Text (LAMPIRAN)
7. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Pemanfaatan Ekstrak Buah Kopi Sebagai Atraktan Untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei) Pada Ekosistem Agroforestry Di Desa Tendambonggi Kabupaten Ende ADELINA VIRANI MALUNG adelvirani.26@gmail.com ABSTRAK Kopi (Coffea sp.) merupakan jenis tanaman perkebunan yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi namun seringkali mengalami kerusakan akibat hama Hypothenemus hampei yang merupakan penggerek buah kopi (PBKo). Hama ini menyerang buah kopi tidak hanya di fase pematangan, namun dari buah kopi muda sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada buah dan terjadi kecacatan fisik yang mengakibatkan kekurangan bobot buah atau biji kopi. Salah satu alternatif dalam pengendalian hama H. hampei yakni menggunakan buah kopi sebagai atraktan. Penelitian dilakukan di Desa Tendambonggi yang merupakan salah satu kawasan agroforestry di Kabupaten Ende berketinggian 800-1230 mdpl. Jenis kopi yang dibudidayakan yakni Robusta, Arabika (Caturra Merah dan Caturra Kuning). Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas buah kopi fase muda, mengkal dan matang sebagai atraktan dalam mengendalikan hama H. hampei dan ekstrak fase buah kopi paling efektif menarik hama H. hampei. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan E0 (air deterjen), E1 (konsentrasi ekstrak buah kopi muda 90 %), E2 (konsentrasi ekstrak buah kopi mengkal 90 %) dan E3 (konsentrasi ekstrak buah kopi matang 90 %). Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menghitung intensitas serangan, efektivitas perangkap dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian memperlihatkan efektivitas terbaik menggunakan ekstrak buah kopi merah/matang yang memerangkap H. hampei hingga 69% dan menurunkan intensitas serangan sebesar 34% (kategori sedang). Serangga non target terperangkap pada setiap perlakuan E0 (50), E1 (58), E2 (53) dan E3 (44). Sedangkan Koefisien determinasi interaksi suhu terhadap imago PBKo sebesar 0,7049, Kelembaban terhadap imago PBKo 0,3907 dan curah hujan terhadap imago PBKo yakni 0,8904. Kata kunci :Atraktan, Ekstrak, Hypothenemus hampei, kopi, PBKo
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kata kunci :Atraktan, Ekstrak, Hypothenemus hampei, kopi, PBKo |
Subjects: | C Agroteknologi > Agronomi dan Hortikultura |
Divisions: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
Depositing User: | perpus takaan uniflor |
Date Deposited: | 21 May 2025 02:24 |
Last Modified: | 21 May 2025 02:24 |
URI: | http://180.250.177.156/id/eprint/3968 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |