POLISEMI DALAM BAHASA LIO ETNIK WOLOONE DI KECAMATAN DETUSOKO, KABUPATEN ENDE

JOACHIM G., P.Y.FEO (2026) POLISEMI DALAM BAHASA LIO ETNIK WOLOONE DI KECAMATAN DETUSOKO, KABUPATEN ENDE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.

[img] Text (COVER)
1. COVER & ABSTRAK.pdf

Download (575kB)
[img] Text (BAB I)
2. BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (16kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II)
3. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (36kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
4. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (16kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (49kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
6. BAB V & DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (28kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Joachim Gonzales Putra Yudo Feo. Nim 2021220274. Polisemi dalam Bahasa Lio Etnik Woloone, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Skripsi Ende. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Flores. Ende 2025. Email: gonzallfeo@gmail.com Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan informasi yang lengkap tentang bentuk dan makna polisemi Dalam Bahasa Lio Etnik Woloone di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Polisemi adalah sebuahbentuk kata yang memiliki makna lebih dari satu atau banyak. Adapun masalah dalam penlitian adalah (1)Bagaimanakah bentuk-bentuk polisemi yang terdapat dalam bahasaLio di Desa Woloone, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende? (2) Bagaimana makna polisemi dalam bahasa Lio, Kecamatan Detusoko?. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang memaanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikan data dalam bentuk deskriptif. Menurut Ratna( dalam Sari, 2022:22) ciri-ciri terpenting metode kualitatif sebagai berikut. (1). Memberikan perhatian utama pada makna dan pesan, sesuai dengan hakikat objek, yaitu sebagai kultural. (2). Lebih mengutamakan proses di banding dengan hasil penelitian sehingga makna selalu berubah. (3). Tidak ada jarak antara subjek penelitian dengan objek penelitian, subjek penelitian sebagai instrumen utama, sehingga terjadi interaksi langsung di antaranya. (4). Desain dan kerangka penelitian bersifat sementara peneliti bersifat terbuka. (5). Penelitian bersifat alamiah, terjadi dalam kontaksa sosial budaya masing-masing. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di dalam Bahasa Lio etnik Woloone, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende terdapat kata Polisemi monomorfem berkategori nomina berjumlah 9 kata, verba berjumlah 7 kata dan adjektiva berjumlah 3 kata,Polisemi polimorfem berkategori nomina 3 kata, verba 1 kata. Kata Kunci: Polisemi, Bahasa Lio, Etnik Woloone

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Polisemi, Bahasa Lio, Etnik Woloone
Subjects: L Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: perpus takaan uniflor
Date Deposited: 09 Apr 2026 02:34
Last Modified: 09 Apr 2026 02:34
URI: http://180.250.177.156/id/eprint/4499

Actions (login required)

View Item View Item