FAJAR SANJAYA, WALAY (2026) PERAN TOKOH ADAT (MOSALAKI) DALAM MELAKSANAKAN TINJU ADAT DI WILAYAH ADAT SUKU NGGOLOMBAY, DESANGGOLOMBAY, KECAMATAN AESESA, KABUPATEN NAGEKEO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.
|
Text (COVER)
1. COVER & ABSTRAK.pdf Restricted to Registered users only Download (757kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB I)
2. BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (24kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB II)
3. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (15kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
4. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (55kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
5. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (13kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
6. BAB V & DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (11kB) | Request a copy |
|
|
Text (LAMPIRAN)
7. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Judul Skripsi: Peran Tokoh Adat (Mosalaki) dalam Melaksanakan Tinju Adat di Wilayah Adat Suku NggoloMbay, Desa NggoloMbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo Disusun Oleh: Fajar Sanjaya Walay Tinju adat merupakan salah satu tradisi budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat adat Suku Nggolo Mbay, Desa Nggolo Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan fisik, tetapi juga memiliki makna sosial, budaya, dan simbolik yang berkaitan dengan penghormatan terhadap leluhur, penguatan solidaritas masyarakat, serta pelestarian identitas budaya. Dalam pelaksanaannya, tokoh adat (mosalaki) memiliki kedudukan strategis sebagai pemimpin adat yang bertanggung jawab mengatur, mengawasi, dan memastikan tinju adat berjalan sesuai dengan norma dan ketentuan adat. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kondisi di mana peran mosalaki belum sepenuhnya berjalan optimal, terutama dalam menghentikan tinju adat ketika terjadi cedera yang berpotensi menimbulkan konflik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mosalaki memiliki peran penting dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penyelesaian konflik dalam tinju adat. Mosalaki berwenang menentukan waktu dan tempat pelaksanaan, mengesahkan peserta, memimpin prosesi adat, menyampaikan aturan, mengawasi jalannya tinju adat, serta memberikan sanksi adat apabila terjadi pelanggaran. Selain itu, mosalaki berperan sebagai mediator dalam menjaga keseimbangan sosial dan mencegah konflik yang lebih luas. Namun demikian, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan mosalaki belum sepenuhnya menjalankan perannya dalam menghentikan tinju adat, antara lain kuatnya nilai sakral dan tradisi turun-temurun, legitimasi yang bersumber dari kepercayaan masyarakat, tidak adanya laporan dari wasit, kekhawatiran munculnya konflik baru, serta keinginan untuk menjaga kelestarian tradisi. Dengan demikian, peran mosalaki sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan perlindungan keselamatan masyarakat, sehingga tinju adat tetap dapat dilaksanakan sebagai bagian dari warisan budaya tanpa menimbulkan konflik sosial. Kata Kunci: Tokoh Adat, Mosalaki, Tinju Adat, Hukum Adat, Budaya Lokal
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Tokoh Adat, Mosalaki, Tinju Adat, Hukum Adat, Budaya Lokal |
| Subjects: | H Ilmu Hukum > Hukum Perdata |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | perpus takaan uniflor |
| Date Deposited: | 21 May 2026 06:55 |
| Last Modified: | 21 May 2026 06:55 |
| URI: | http://180.250.177.156/id/eprint/4581 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
