WILHELMINA, SENGE (2026) TRANSLANGUAGING IN TIKTOK CAPTIONS: A SOCIOLINGUISTICS STUDY ON LANGUAGE USE IN SOCIAL MEDIA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.
|
Text (COVER)
1 COVER-ABSTRAK-1.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
2 CHAPTER I.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB II)
3 CHAPTER II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
4 CHAPTER III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
5 CHAPTER IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
6 CHAPTER V - REFERENCES.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (LAMPIRAN)
7 APPENDICESS.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Senge, Wilhelmina 2026. Translanguaging dalam Caption TikTok: Studi Sosiolinguistik tentang Penggunaan Bahasa di Media Sosial. Skripsi. Program Studi Sastra Inggris. Fakultas Hukum dan Sosial Humaniora. Universitas Fores. Pembimbing: Marianus Roni, Ph.D. & Gratiana Sama, S.Pd.,M.Hum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi translanguaging dalam caption TikTok serta mengkaji bagaimana praktik tersebut merefleksikan identitas sosial kreator di ruang digital dengan landasan teoretis yang jelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa caption dari akun TikTok yang dipilih sebagai objek penelitian berdasarkan intensitas penggunaan dua bahasa. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi dengan pengkodean berdasarkan kategori bentuk dan fungsi translanguaging. Analisis bentuk dan fungsi mengacu pada teori translanguaging yang dikemukakan oleh Ofelia García dan Li Wei (2014), yang memandang translanguaging sebagai praktik diskursif dinamis yang memungkinkan penutur memanfaatkan seluruh repertoar linguistiknya secara terpadu. Berdasarkan teori tersebut, bentuk translanguaging diklasifikasikan ke dalam tingkat frasa, klausa, dan kalimat, sedangkan fungsinya dianalisis dalam kategori Identity, Audience Attraction, Promotion, dan Interaction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa translanguaging muncul pada seluruh tingkat kebahasaan, dengan bentuk frasa sebagai yang paling dominan, terutama melalui penyisipan frasa bahasa Inggris ke dalam struktur bahasa Indonesia. Dari segi fungsi, translanguaging paling banyak berperan sebagai Audience Attraction untuk menarik perhatian audiens dan meningkatkan keterlibatan. Sementara itu, analisis identitas sosial didasarkan pada teori yang dikemukakan oleh Mary Bucholtz dan Kira Hall (2005), yang menekankan bahwa identitas dibangun melalui praktik bahasa dalam interaksi sosial. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Inggris merepresentasikan identitas kreator sebagai individu bilingual yang modern dan terhubung dengan budaya global, sedangkan bahasa Indonesia mempertahankan kedekatan dengan audiens lokal. Dengan demikian, translanguaging dalam caption TikTok berfungsi sebagai strategi komunikasi sekaligus sebagai sarana konstruksi identitas sosial dalam konteks media digital. Kata kunci: translanguaging, identitas sosial, TikTok, media sosial, sosiolinguistik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: translanguaging, identitas sosial, TikTok, media sosial, sosiolinguistik. |
| Subjects: | E Sastra Inggris > Sastra |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Sastra > Program Studi Sastra Inggris |
| Depositing User: | perpus takaan uniflor |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 05:36 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 05:36 |
| URI: | http://180.250.177.156/id/eprint/4620 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
