PERAN LEMBAGA PEMANGKU ADAT DALAM MENYELESAIKAN KASUS PENCEMARAN NAMA BAIK (MAZI NGAZA). (Studi Kasus Di Bosiko, Desa Ubedolumolo II, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada)

EPIFANIUS MARTINUS, SEDU (2026) PERAN LEMBAGA PEMANGKU ADAT DALAM MENYELESAIKAN KASUS PENCEMARAN NAMA BAIK (MAZI NGAZA). (Studi Kasus Di Bosiko, Desa Ubedolumolo II, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada). Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.

[img] Text (COVER)
COVER - DAFTAR ISI.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (260kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (237kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (329kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (183kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (177kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK PERAN LEMBAGA PEMANGKU ADAT DALAM MENYELESAIKAN KASUS PENCEMARAN NAMA BAIK (MAZI NGAZA) (Studi Kasus Di Bosiko, Desa Ubedolumolo II, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada) DISUSUN OLEH EPIFANIUS MARTINUS SEDU, NIM:20221102460 Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Pemangku Adat (LPA) Desa Ubedolumolo II dalam menyelesaikan kasus pencemaran nama baik (Mazi Ngaza) serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang menyebabkan LPA belum berperan secara optimal dalam penyelesaian perkara adat tersebut. Latar belakang penulisan ini didasarkan pada masih kuatnya eksistensi hukum adat dalam kehidupan masyarakat Desa Ubedolumolo II, khususnya dalam menyelesaikan sengketa yang berkaitan dengan kehormatan dan martabat seseorang. Kasus Mazi Ngaza yang terjadi pada tahun 2022 antara Emi Bebhe sebagai pelaku dan Vero Deze sebagai korban menjadi fokus kajian karena perbuatan pencemaran nama baik tersebut tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berpotensi mengganggu keseimbangan hubungan sosial dalam masyarakat adat. Jenis penulisan yang digunakan adalah penulisan hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Hasil penulisan menunjukkan bahwa Lembaga Pemangku Adat Desa Ubedolumolo II telah menjalankan perannya dalam menyelesaikan kasus Mazi Ngaza melalui tiga tahapan, yaitu: (1) tahap prakarsa dan pemanggilan secara kekeluargaan, (2) tahap persidangan adat (Papa Degha) melalui musyawarah dan pembuktian silsilah keturunan (pu'u), serta (3) tahap penetapan dan pelaksanaan sanksi adat yang bersifat restoratif. Namun demikian, peran LPA masih menghadapi berbagai hambatan, baik internal maupun eksternal. Hambatan internal meliputi rendahnya partisipasi anggota LPA dan perbedaan prinsip di antara pengurus adat. Hambatan eksternal meliputi keterbatasan ekonomi pelaku yang berstatus janda serta pola pikir masyarakat yang cenderung kaku dan belum sepenuhnya menerima keputusan adat yang bersifat fleksibel. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan LPA, peningkatan pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai restorative justice dalam hukum adat, serta sinergi yang lebih erat antara LPA dan Pemerintah Desa guna mewujudkan penyelesaian sengketa adat yang lebih efektif, adil, dan berkeadilan . Kata Kunci: Peran Lembaga Pemangku Adat, dan Pencemaran Nama Baik

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Peran Lembaga Pemangku Adat, dan Pencemaran Nama Baik
Subjects: H Ilmu Hukum > Hukum dan Perkembangan Masyarakat
H Ilmu Hukum > Hukum Acara
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: perpus takaan uniflor
Date Deposited: 27 Oct 2026 06:20
Last Modified: 27 Oct 2026 06:20
URI: http://180.250.177.156/id/eprint/4663

Actions (login required)

View Item View Item