ADRIANA SUCINTA, CANTIKMA (2025) MAKNA BELIS GADING GAJAH (SUE) DALAM TRADISI PERKAWINAN ADAT BUDAYA MASYARAKAT RAJAWAWO DI DESA EMBUZOZO, KECAMATAN NANGAPENDA, KABUPATEN ENDE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.
![]() |
Text (COVER)
1. COVER & ABSTRAK.pdf Download (571kB) |
![]() |
Text (BAB I)
2. BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (23kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB II)
3. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (20kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB III)
4. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (16kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB IV)
5. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (75kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB V)
6. BAB V & DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (16kB) | Request a copy |
![]() |
Text (LAMPIRAN)
7. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Adriana Sucinta Cantikma: Makna Belis Gading Gajah (sue) Dalam Tradisi Perkawinan Adat Budaya Masyarakat Rajawawo Di Desa Embuzozo Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende. Skripsi. Ende: Program Studi Pendidikan Sejarah. Universitas Flores 2024. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa makna belis gading gajah (sue) dalam tradisi perkawinan adat budaya masyarakat Rajawawo di Desa Embuzozo Kecamtan Nangapenda? Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari belis gading gajah (sue) dalam tradisi perkawinan adat budaya Masyarakat Rajawawo di desa Embuzozo Kecamtan Nangapenda Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan metodologi etnografi. Subjek penelitian terdiri dari tiga informan kunci dan empat informan pendukung. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data, reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belis memiliki dua nilai, yaitu nilai historis dan budaya. Nilai historis dari belis adalah bahwa itu adalah peninggalan tradisi dari para leluhur terdahulu masyarakat Rajawawo adat Desa Embuzozo, yang dianggap memiliki hubungan erat dengan mereka melalui tradisi yang mereka wariskan. Nilai budaya dari belis adalah bahwa semua golongan masyarakat Rajawawo masih menggunakannya. Pengantaran belis adalah barang atau benda tertentu yang diberikan oleh laki-laki kepada perempuan sebagai penghargaan kepadanya. Ini dapat termasuk gajah, hewan, emas, dan uang. Belis adalah warisan budaya leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, masyarakat melihat belis sebagai alat untuk mempererat hubungan keluarga. Masyarakat Rajawawo Di Desa Embuzozo menggunakan sistem perkawinan patrilinear. Perkawinan melibatkan orang tua, keluarga, dan kedua calon mempelai, sehingga sangat penting bagi masyarakat Rajawawo.
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Makna belis gading gajah (sue), Perkawinan Adat budaya |
Subjects: | L Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Studi Pendidikan Sejarah |
Depositing User: | perpus takaan uniflor |
Date Deposited: | 04 Mar 2025 08:27 |
Last Modified: | 04 Mar 2025 08:27 |
URI: | http://180.250.177.156/id/eprint/3804 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |