UTARI, ABUBAKAR (2025) DEGRADASI KEARIFAN LOKAL TENUN IKAT ZAWO KEMBO PADA MASYARAKAT DESA BOROKANDA KECAMATAN ENDE UTARA, KABUPATEN ENDE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.
![]() |
Text (COVER)
1 COVER.pdf Download (701kB) |
![]() |
Text (BAB I)
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (153kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (141kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (152kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (528kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB V)
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (134kB) | Request a copy |
![]() |
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Utari Abubakar : Degradasi Kearifan Lokal Tenun Ikat Zawo Kembo Pada Masyarakat Desa Borokanda Kecamatan Ende Utara Kabupaten Ende. Skripsi. Ende. Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Flores, 2024. Permasalahan yang diangkat dalam peneliti ini adalah 1) Bagaimana proses pembuatan tenun ikat zawo kembo. 2) Apa penyebab degradasi kearifan lokal tenun ikat zawo kembo. penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui proses pembuatan tenun ikat zawo kembo. 2) Untuk mengetahui penyebab degradasi kearifan lokal tenun ikat zawo kembo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukan bahwa Tenun ikat zawo kembo merupakan tenun ikat tradisional dan dibuat dari bahan-bahan alami diantaranya akar mengkudu, biji kemiri, sirih, kunyit, nila atau daun tarum (indigofera tinctoria), zobha. dalam perkembangannya, tenun ikat zawo kembo diberbagai tempat di Kabupaten Ende mengalami penurunan, hal ini terlihat dari jumlah para penenun zawo kembo semakin berkurang bahkan dibeberapa tempat sudah tidak melestarikan tenunan ini. Namun, di Desa Borokanda sampai saat ini masih terdapat beberapa penenun yang masih berupaya melestarikan dan menjaga kualitas zawo kembo. Untuk mengetahui lebih dalam tentang proses pembuatan tenun ikat zawo kembo peneliti melakukan wawancara secara langsung dengan warga masyarakat yang kesehariannya berprofesi sebagai penenun tenun ikat zawo kembo. Pembuatan Tenun ikat Zawo Kembo melalui beberapa tahap pembuatan, antara lain: woe, meka, pette atau mengikat benang menggunakan daun gebang, nggizi (mencelupkan tenun ikat ke dalam cairan daun tarum), wenda (membuka ikatan tenun), pusimina (penambahan rempah penguat warna), senda zawo (menenun). Degradasi kearifan lokal tenun ikat Zawo Kembo disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah bahan –bahan alami untuk proses pembuatan susah di dapat, proses pembuatan yang membutuhkan waktu yang lama. Kata Kunci: Degradasi, Zawo Kembo, Desa Borokanda.
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Degradasi, Zawo Kembo, Desa Borokanda. |
Subjects: | L Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Studi Pendidikan Sejarah |
Depositing User: | perpus takaan uniflor |
Date Deposited: | 11 Mar 2025 06:37 |
Last Modified: | 11 Mar 2025 06:37 |
URI: | http://180.250.177.156/id/eprint/3823 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |