MARIA A., DONATA MORE (2026) SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE PADA RITUAL WANGGA JAWA MASYARAKAT ADAT DESA NGGELA KECAMATAN WOLOJITA KABUPATEN ENDE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.
|
Text (COVER)
Cover daftar isi.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (320kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (337kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (430kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
BAB V DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (625kB) | Request a copy |
|
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran lengkap.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Maria A. Donata More. Nim. 2021220199. Semiotika Charles Sanders Peirce pada Ritual Wangga Jawa Masyarakat Desa Nggela Kecamatan Wolojita Kabupaten Ende. Skripsi Ende. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. FKIP. Email: kikimore881@gmail.com. Penelitian ini mengkaji makna semiotika pada ritual adat Wangga Jawa masyarakat Desa Nggela, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende. Ritual Wangga Jawa merupakan ritual adat yang dilaksanakan setiap bulan April sebagai pembuka kegiatan panen raya, yang disimbolkan melalui pemanenan jagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami secara mendalam bentuk serta makna semiotika berdasarkan teori Charles Sanders Peirce dalam ritual Wangga Jawa. Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) bagaimana bentuk semiotika yang terdapat dalam ritual adat Wangga Jawa di Desa Nggela, dan (2) bagaimana makna semiotika yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teori semiotika Charles Sanders Peirce sebagai landasan analisis. Data dianalisis berdasarkan tiga unsur utama semiotika, yaitu: (1) hubungan penalaran dengan jenis penandanya (sign), meliputi qualisign, sinsign, dan legisign; (2) hubungan kenyataan dengan jenis dasarnya (object), meliputi icon, index, dan symbol; serta (3) hubungan pikiran dengan jenis petandanya (interpretant), meliputi rheme, dicent, dan argument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Wangga Jawa mengandung tanda-tanda semiotik yang tidak hanya berfungsi sebagai simbol adat, tetapi juga merepresentasikan nilai budaya, kepercayaan, dan identitas masyarakat Nggela. Kata Kunci: Ritual, Semiotika, Wangga Jawa
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Ritual, Semiotika, Wangga Jawa |
| Subjects: | L Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Depositing User: | perpus takaan uniflor |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 03:31 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 03:31 |
| URI: | http://180.250.177.156/id/eprint/4501 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
