THERESIA KASILDA, TEME (2026) THE RITUAL UTTERANCES FOUND IN TRADITIONAL HOUSE CONSTRUCTION CEREMONY IN PAJOMALA VILLAGE, NAGEKEO REGENCY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.
|
Text (COVER)
1. KOVER DLL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
2. BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (627kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB II)
3. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (598kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
4. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (425kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
5. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (550kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
6. BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (467kB) | Request a copy |
|
|
Text (LAMPIRAN)
7. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (764kB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Teme.Theresia Kasilda 2026. Ucapan Ritual yang terdapat dalam Upacara Pembangunan Rumah Adat di Desa Pajomala Kabupaten Nagekeo. Skripsi. Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Hukum dan Sosial Humaniora, Universitas Flores. Pembimbing I: Dr. Drs. Rambut Kanisius, M. Hum. Pembimbing II: Maksimilianus Doi, S.S., M.Pd. Bahasa ritual merupakan media komunikasi sakral sekaligus penjaga nilai budaya dan identitas kolektif masyarakat adat. Di Desa Pajomala, Kabupaten Nagekeo, terdapat tradis upacara pembangunan rumah tradisional (Sa'o Jarayenda) yang kaya dengan ujaran ritual. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi makna dan fungsi üjaran ritual dalam upacara tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan linguistik budaya. Pengumpulan data meliputi observasi tidak langsung (rekaman video/foto), wawancara dengan Mosalaki dan tetua, serta studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teori linguistik budaya Palmer (1996) untuk makna,dan teori fungsi bahasa Jacobson untuk fungsi komunikatif. Ujaran ritual memiliki tiga makna: (1) kolektif penggunaan "kita/kami" menekankan kesatuan tiga suku; (2) sosial merefleksikan hierarki, kesetaraan, dan etika kebersamaan; (3) simbolis/metaforkal "kaju atu" (kayu keras) melambangkan kekuatan hukum adat, "kaju bhaga rala" (kayu belah dua) merepresentasikan keadilan. Ujaran ritual juga memenuhi enam fungsi bahasa Jakobson: referensial (informasi pembangunan), emotif (penghormatan leluhur), konatif (ajakan bersatu), fatik (pelestarian hubungan sosial), poetik (keindahan metafora alam), dan metalinguistik (penegasan identitas suku). Bahasa ritual merupakan teks budaya yang mengenkapsulasi pengetahuan kolektif, norma sosial, dan nilai spiritual. Hubungan resiprokal bahasa budaya tercermin dalam fungsi medium transmisi hukum adat dan pengetahuan antargenerasi. Penelitian memberikan kontribusi teoritis bagi linguistik budaya dan praktis bagi pelestarian warisan bahasa ritual yang terpinggirkan. Kata Kunci: Ujaran Ritual, Linguistik Budaya, Fungsi Budaya, Ucapan Ritual Dalam Pembangunan Rumah Traditional.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Ujaran Ritual, Linguistik Budaya, Fungsi Budaya, Ucapan Ritual Dalam Pembangunan Rumah Traditional. |
| Subjects: | E Sastra Inggris > Sastra |
| Divisions: | Fakultas Bahasa dan Sastra > Program Studi Sastra Inggris |
| Depositing User: | perpus takaan uniflor |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 05:28 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 05:28 |
| URI: | http://180.250.177.156/id/eprint/4619 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
