RITUAL PEMBERIAN NAMA ANAK (PI’I WA’UNG) PADA KLAN TENU DI DESA LANAMAI KECAMATAN RIUNG BARAT KABUPATEN NGADA

THERESIA, MINU (2021) RITUAL PEMBERIAN NAMA ANAK (PI’I WA’UNG) PADA KLAN TENU DI DESA LANAMAI KECAMATAN RIUNG BARAT KABUPATEN NGADA. Skripsi thesis, Universitas Flores.

[img] Text (COVER)
1. KOVER DAN ABSTRAK.pdf

Download (358kB)
[img] Text (BAB I)
3. BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (63kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II)
4. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (76kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
5. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (123kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
6. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (145kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
7. BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (51kB) | Request a copy
[img] Text
8. LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK THERESIA MINU 2016240487 Judul skripsi:Ritual Pemberian Nama Anak ( Pi’i Wa’ung) Pada Klan Tenu Di Desa Lanamai Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada. Skripsi. Ende: Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Flores, 2020, Pembimbing I DraMaria Goretty Djandon, M.Si , Pembimbing II Karolus Charlaes Bego,SH.,M.Sc Permasalahan yang diangakat dalam penelitian ini adalah:(1) Bagaimana proses pelaksanaan ritual pemberian nama anak ( Pi’i Wa’ung) pada klan Tenu di Desa Lanamai Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada, (2)Apa makna dari ritual Pemberian nama (pi’i wa’ung) Pada klan Tenu Di Desa Lanamai Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada. Untuk membahas masalah diatas peneliti mengunakan teori Interaksionisme Simbolik yang dikemukakan oleh George Simmle. Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data-data berupa kata- kata yang tertulis atau lisan dari para narasumber serta perilaku yang diamati yang diarahkan pada latar beakang seutuhnya. Subyek penelitian, peneliti memilih enam orang informan yaitu empat orang tokoh masyarakat dan satu orang tokoh adat sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data ini ada tiga yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data diantaranya: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Ritual pemberian nama anak masih tetap dilaksanakan oleh masyarakat pada klan Tenu. (2) dari kalangan generasi mudah kurang peduli terhadap ritual pemberian nama anak. Aspirasi masyarakat Desa lanamai akhirnya mendapat sambutan baik dari pemerintah daerah Kabupaten Ngada. Hasil akhir studi ini menyimpulkan bahwa Desa Lanamai mengalami perkembangan antara lain dalam bidang sosial, dan bidang budaya. Kata Kunci: Ritual Pemberian Nama Anak Pada Klan Tenu

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Ritual Pemberian Nama Anak Pada Klan Tenu
Subjects: L Pendidikan > Pendidikan Sejarah
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Studi Pendidikan Sejarah
Depositing User: perpus takaan uniflor
Date Deposited: 23 Apr 2021 02:22
Last Modified: 23 Apr 2021 02:22
URI: http://180.250.177.156/id/eprint/549

Actions (login required)

View Item View Item