PELAKSANAAN DENDA ADAT(WALE) OLEH PELAKU KEJAHATAN SEKSUAL DI WILAYAH ADAT WOLOMUDE DESA FATAATU KECAMATAN WEWARIA KABUPATEN ENDE

DIONISIUS, LEDU (2026) PELAKSANAAN DENDA ADAT(WALE) OLEH PELAKU KEJAHATAN SEKSUAL DI WILAYAH ADAT WOLOMUDE DESA FATAATU KECAMATAN WEWARIA KABUPATEN ENDE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS FLORES.

[img] Text (COVER)
00. LAMPIRAN DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
01. BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (344kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II)
02. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (328kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
03. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (362kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
04. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (246kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
05. BAB 5 - DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (305kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
06. LAMPIRAN BELAKANG.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Judul Skripsi : “PELAKSANAAN DENDA ADAT (WALE) OLEH PELAKU KEJAHATAN SEKSUAL DI WILAYAH ADAT WOLOMUDE DESA FATAATU KECAMATAN WEWARIA KABUPATEN ENDE”, disusun oleh Dionisius Ledu, NIM : 2022110277. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan denda adat (wale) terhadap pelaku kejahatan seksual di wilayah adat Wolomude, Desa Fataatu, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga pelaku belum melaksanakan denda adat secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis yuridis. Sumber data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap Mosalaki, tokoh masyarakat, kepala desa, keluarga korban, keluarga pelaku dan pelaku, sedangkan data sekunder diperoleh melalui peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dokumen dan literatur yang berkaitan dengan penelitian. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan denda adat (Wale) terhadap pelaku kejahatan seksual dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian atau pelaporan kepada Mosalaki, pemanggilan para pihak, musyawarah adat, penetapan bentuk dan besarnya Wale, serta pelaksanaan atau pemenuhan denda adat. Dalam kasus yang diteliti, berdasarkan keputusan adat, pelaku dikenakan denda berupa satu ekor babi 8 pikul dan uang sebesar Rp10.000.000. Namun, pelaksanaan denda adat tersebut belum sepenuhnya terlaksana karena pelaku baru menyerahkan babi, sedangkan uang sebesar Rp10.000.000 belum direalisasikan. Pelaksanaan Wale pada dasarnya tidak hanya bertujuan memberikan sanksi kepada pelaku, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban, pemulihan martabat korban, dan menjaga keseimbangan serta keharmonisan masyarakat adat. Faktor-faktor yang mempengaruhi belum terlaksananya denda adat secara keseluruhan meliputi faktor ekonomi atau ketidakmampuan pelaku memenuhi besarnya denda, ketidaksepakatan keluarga, kurangnya kepatuhan pelaku terhadap keputusan adat, lemahnya pengawasan msyarakat adat, serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap nilai dan kewajiban adat. Faktor-faktor tersebut menyebabkan pelaksanaan Wale menjadi tertunda dan tujuan pemulihan serta pertanggungjawaban adat belum tercapai secara maksimal. Kata Kunci: Pelaksanaan, Denda Adat, Wale, Kejahatan Seksual, Hukum Adat. viii

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Pelaksanaan, Denda Adat, Wale, Kejahatan Seksual, Hukum Adat. viii
Subjects: H Ilmu Hukum > Hukum dan Perkembangan Masyarakat
H Ilmu Hukum > Hukum Acara
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: perpus takaan uniflor
Date Deposited: 27 Oct 2026 02:54
Last Modified: 27 Oct 2026 02:54
URI: http://180.250.177.156/id/eprint/4659

Actions (login required)

View Item View Item